Tuesday, June 16, 2026

Panen sayur diladang

 

  • Menyusuri area pinggiran ladang yang agak lembap , mata langsung tertuju pada tunas-tunas muda tanaman pakis. Bagian ujungnya yang melingkar erat seperti konde dipetik satu per satu. Batangnya yang renyah dan warnanya yang hijau segar menjanjikan tekstur yang crunchy saat ditumis nanti. Bergeser ke area rumpun pohon pisang, ada satu pohon yang buahnya sudah berjejer rapi, meninggalkan bagian ujung berupa jantung pisang yang menggantung kemerahan. Setelah dipotong, lapisan luar yang tua dan keras dikupas, menyisakan bagian dalam yang berwarna putih gading dan empuk. Ini adalah bahan baku sempurna untuk diolah menjadi gulai gurih atau oseng pedas. Kemudian didaerah sama ada sederat daun ubi yang lumayan rimbun dan langsung saya pertik juga. Terakhir, beralih ke area genangan air bersih di sudut ladang yang berbatasan dengan sawah. Di sanalah tanaman genjer tumbuh subur. Daun-daunnya yang lebar dan tangganya yang berongga empuk dipetik dengan mudah. Sayuran  yang legendaris ini selalu sukses bikin rindu rumah kalau sudah matang di atas piring.


 

Memetik sayuran liar seperti ini bukan cuma soal menghemat kantong belanja, tapi tentang kemewahan menikmati bahan makanan yang benar-benar segar langsung dari alam (farm to table versi kearifan lokal).

No comments:

Post a Comment

Heltier food

Parapat

Pemandangan alam yang disuguhkan sangat luar biasa bukan, disubuah warung kecil dan sederhana namun menyuguhkan suatu pemandangan yang sanga...